Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.
0 Comments »
KERUSAKAN-KERUSAKAN PADA PC DAN CARA MENGATASINYA

Untuk dapat memperbaiki komputer, terlebih dahulu kita harus bisa mendeteksi penyebab kerusakan tersebut
Kerusakan pada komputer dalam garis besarnya dapat dibagi dua, yaitu :
1. Faktor Perangkat Keras (Hardware)
2. Faktor Parangkat Lunak (Software)

Add. 1. Kerusakan pada Faktor Perangkat Keras (Hardware) bisa disebabkan karena :

1. Instalasi hardware belum benar seperti pemasangan kabel, jumper, slot, baut atau skrup dll.
2. Kerusakan pada komponen hardware, seperti Processor, Motherboard, Memory, VGA Card, Hardisk dll.

Add. 2. Kerusakan pada Faktor Parangkat Lunak (Software) bisa disebabkan karena :

1. Kerusakan pada System Operasi
2. Kerusakan pada Program Aplikasi
3. Kerusakan pada Driver

Uraian lebih lanjut mengenai cara mendeteksi kerusakan pada PC dan cara mengatasinya, diuraikan di bawah ini :
CARA MENDETEKSI KERUSAKAN/PERMASALAHAN PADA KOMPUTER

1. Pada saat menekan tombol power, tidak ada tanda power/stroom listrik yang muncul, seperti lampu kontrol/power led, tidak menyala, kipas power supply tidak hidup

Kemungkinan kerusakan
1. Stroom listrik tidak berfungsi
2. Power supply rusak
3. Kabel power swict chasing belum atau salah pasang pada motherboard.
4. Jumper CMOS motherboard salah pasang (dalam posisi clear)
5. Motherboard rusak (mati)


Cara mengatasi
1. Periksa catu daya listrik apakah sudah terpasang dengan baik, stavol sudah berfungsi dengan baik.
2. Cek power supply kalau rusak harus diganti
3. Periksa kabel power swict pada motherboard sudah terpasang dengan benar
4. Periksa jumper CMOS apakah sudah terpasang dengan benar.
5. Periksa/Cek motherboard apakah berfungsi dengan baik/tidak
6. Bila sudah dipastikan penyebabnya, komponen yang rusak harus diperbaiki atau diganti

2. Pada saat menekan tombol power, lampu led menyala, tetapi tidak ada tampilan apapun dilayar monitor

Kemungkinan kerusakan
1. Power supply tidak berfungsi optimal
2. Processor, memory, atau motherboard tidak berfungsi
3. Monitor atau VGA tidak berfungsi
4. Pemasangan kabel power dan kabel data tidak benar

Cara mengatasi

1. Cek power supply apakah sudah berfungsi optimal.
2. Cek Processor, memory, atau motherboard sudah berfungsi baik
3. Cek monitor/VGA sudah befungsi baik
4. Lepas semua kabel power dan kabel data dari posisinya, kemudian caba hidupkan komputer

Bila sudah dipastikan penyebabnya, komponen yang

3. Pada saat menekan tombol power, tampilan yang tampak dimonitor hanya program BIOS, ada pesan “ No System Disk / Invalid System Disk

Kemungkinan kerusakan

1. Ada disket terpasang pada drive A
2. Hardisk tidak dapat berfungsi
3. Belum ada OS
4. Kerusakan pada OS

Cara mengatasi

1. Cek apakah ada disket terpasang pada ploppy, jika ada dikeluarkan kemudian enter.
2. Cek apakah kabel power/data hardisk sudah terpasang dengan baik
3. Cek apakah ada kerusakan hardisk dengan cara detection hardisk pada BIOS, scandisk pada program starupdisk
4. Bila sudah dipastikan penyebabnya, komponen yang rusak harus diperbaiki atau diganti termasuk instal ulang OS.

4. OS tidak bisa louding dengan tampilan normal

Kemungkinan kerusakan

1. Driver tidak bisa berfungsi
2. Kerusakan pada OS

Cara mengatasi

1. Jalankan OS dengan tampilan Safe Mode kemudian jalankan program utilitas, seperti norton utilitas
2. Bila tidak bisa dengan cara di atas lakukan instal ulang OS

5. Tampilan layar monitor tidak normal (tidak seperti biasanya)

Kemungkinan kerusakan
1. Setting display pada control panel tidak benar
2. Kerusakan pada VGA atau drivernya
3. Kerusakan pada OS
4. Kerusakan pada monitor

Cara mengatasi

1. Cek setting display pada control panel apakah sudah benar
2. Cek VGA serta drivernya sudah berfungsi dengan baik atau tidak.
3. Periksa monitor apakah ada kerusakan atau tidak
4. Jalankan norton utilitas untuk mendiagnose OS.
5. Bila sudah dipastikan penyebabnya, komponen yang rusak harus diperbaiki atau diganti, termasuk instal ulang.
6. PC sering Hang

Kemungkinan kerusakan

1. Suhu processor terlalu panas.
2. PC terinfeksi virus
3. Kerusakan pada OS

4. Salah satu komponen tidak kompetibel dengan PC
5. Kerusakan pada memory
6. Kerusakan pada hardisk

Cara mengatasi

1. Cek suhu processor bila panas ganti kipas pendinginnya.
2. Coba jalankan Program Norton Ulitilas, Antivirus
3. Coba lepas salah satu komponen PC yang dicurigai.
4. Cek memory apakah berfungsi dengan baik.
5. Cek hardisk dengan scandisk apakah ada bad sector.
6. Bila sudah dipastikan penyebabnya, komponen yang rusak harus diperbaiki atau diganti.
7. Komputer pada saat dipakai sering mati mendadak

Kemungkinan kerusakan

1. Cuk ke power listrik atau stavol longgar
2. Power supply tidak berfungsi baik
3. Suhu PC terlalu panas terutama processor

Cara mengatasi

1. Periksa cuk listrik atau stavol sudah baik
2. Coba cek power supply apakah berfungsi dengan baik.
3. Perbaiki/ganti colling pan/kipas pendingin
4. Bila sudah dipastikan penyebabnya, komponen yang rusak harus diperbaiki atau diganti.

8. Pada saat dihidupkan ada bunyi beep panjang tanpa ada tampilan di layar monitor

Kemungkinan kerusakan

1. Memory tidak berfungsi

Cara mengatasi

1. perbaiki atau pindahkan pasangan memory pada slot memory di motherboard.
2. Kalau tidak bisa cara (1), memory harus diganti kemudian hidupkan kembali PC

9. Pada saat dihidupkan ada bunyi tit...tit... tit...tit (berulang) tanpa ada tampilan di layar monitor

Kemungkinan kerusakan

1. VGA card tidak berfungsi

Cara mengatasi

1. Coba cabut dan pasang kembali dengan baik VGA card pada slot VGA di motherboard.
2. Bila tidak bisa cara (1), ganti VGA card.

10. Cd Rom/Cdrw/Dvd Rom/Floppy disk tidak dapat berfungsi

Kemungkinan kerusakan

1. Cd Rom/Cdrw/Dvd Rom/ Floppy dis belum terinstalasi dengan baik.
2. Driver Cd Rom/Cdrw/ Dvd Rom belum terinstalasi dengan benar
3. CD atau disket yang dipakai rusak
4. Sistem operasi tidak dapat bekerja optimal
5. PC terinfeksi virus
6. Cd Rom/Cdrw/Dvd Rom/ Floppy disk mengalami kerusakan

Cara mengatasi

1. Cek kembali dengan teliti komponen penyebab kerusakan seperti pada kolom (3) kemungkinan kerusakan.
2. Jalankan program anti virus (scan virus)
3. Bila sudah dipastikan foktor penyebabnya lakukan penggantian atau tindakan perbaikan pada bagian yang bermasalah.

11. Kinerja PC mengalami ganggguan (PC tidak bekerja sebagaimana biasanya)

Kemungkinan kerusakan

1. PC terinfeksi virus
2. System Operasi tidak berfungsi optimal

Cara mengatasi

1. Jalankan program anti virus (scan virus), Norton Utilities
2. Lakukan perbaikan setting/konfigurasi OS.

12. Printer tidak bisa mencetak data dengan baik.

Kemungkinan kerusakan

1. Kabel printer belum terpasang dengan benar
2. Driver printer belum diinstal atau disetting dengan benar
3. Kertas belum terpasang dengan baik atau kertas terlalu tebal
4. Ada benda yang tersangkut dalam printer.
5. Printah print tidak benar
6. OS tidak berfungsi dengan baik
7. PC terinfeksi virus
8. Kerusakan pada printar

Cara mengatasi

1. Teliti dengan baik satu-persatu faktor penyebab seperti pada kolom (2), dan bila ditemuklan masalahnya, lakukan perbaikan atau penggantian komponen kemudian coba lakukan print kembali.

13. Scanner tidak bisa scan

Kemungkinan kerusakan

1. Kabel scanner belum terpasang dengan benar
2. Driver scanner belum diinstal atau disetting dengan benar
3. Printah scan tidak benar
4. OS tidak berfungsi dengan baik
5. PC terinfeksi virus
6. Kerusakan pada scanner

Cara mengatasi

1. Teliti dengan baik satu-persatu faktor penyebab seperti pada kolom (2), dan bila ditemukan masalahnya lakukan perbaikan atau penggantian komponen kemudian coba lakukan scan kembali.

14. Keyboard, Mouse tidak berfungsi dengan baik

Kemungkinan kerusakan

1. Kabel Keyboard/Mouse belum terpasang dengan benar
2. Driver Keyboard/Mouse belum diinstal atau disetting dengan benar
3. OS tidak berfungsi dengan baik
4. PC terinfeksi virus
5. Kerusakan pada keyboard/mouse

Cara mengatasi:

1. Teliti dengan baik satu-persatu faktor penyebab seperti pada kolom (2), dan bila ditemukan masalahnya, lakukan perbaikan atau penggantian komponen kemudian coba operasikan kembali.
2. Pada mouse perlu bersihkan secara berkala kotoran yang melekat dalam mouse

1. Power Supply
Berupa kotak tegangan listirik yang menempel pada bagian belakang setiap casing dan memiliki kabel power yang akan disambungkan ke komponen hardware yang ada di dalam casing.
• Fungsi
1. Mengubah tegangan AC menjadi DC dan menyuplai tegangan tersebut ke komponen yang membutuhkan arus dan tegangan pada motherboard.
• Troubleshooting
Pemberitahuan masalah yang terjadi sering dianggap sebagai masalah yang disebabkan oleh komponen hardware berupa memori, VGA card, atau motherboard tanpa menyangka kesalahan terjadi pada powersupply yang kita gunakan. Berikut ini contoh masalah yang terjadi:
I. Komputer me-restart sendiri saat system sedang bekerja.
II. Komputer mati setelah beberapa saat dioperasikan.
III. Intermittent parity check atau other memory-type errors.
IV. Harddisk dan kipas angin sec. serentak tidak berputar.
V. Goncangan elektrik dirasakan pada casing atau konektor
VI. Power-on atau system startup failure atau lockups
VII. Terkadang booting sendiri secara spontan lockups selama operasi normal.
VIII. Sistem sepenuhnya mati.
1. Motherboard atau Mainboard
Berbentuk papan (board) elektronik utama yang mempunyai beberapa slot individual yang bias dipasangkan untuk board lain, mulai dari prosesor, memori, sound card, display adapter, dan sebagainya. Di antara slot pada papan utama, terdapat slot yang khusus digunakan untuk pemasangan prosesor yang dinamakan soket dan slot 1. Motherboard memiliki beberapa jenis soket yang berbeda-beda, sesuai dengan perkembangan jenis prosesor.
• Fungsi
1. Tempat meletakkan atau memasang berbagai komponen, misalnya prosesor,
2. Media transfer data dari komponen yang bekerja di dalam komputer.
• Troubleshooting
Seringkali terjadi masalh motherboard yang disebabkan oleh komponen hardware yang dipasang pada motherboard atau kerusakan pada chipset yang digunakan pada motherboard atau peralatan I/O-nya.
I. Komputer tidak bisa menyala atau sering disebut dengan istilah “motherboard blank” saat tombol ON pada casing sudah ditekan tanpa mengeluarkan suara apapun. Biasanya, hal ini terjadi karena :
• Power supply yang rusak atau kabel power supply pada motherboard diletakkan secara tidak tepat atau longgar
• BIOS rusak
• Kesalahan CPU clock akibat overclock pada computer
• Prosesor yang dipasang sudah rusak atau tidak cocok dengan soket motherboard yang dipakai
• Kipas pada prosesor mati
• Kerusakan pada chipset yang ada di motherboard
1. CPU (Central Processing Unit)
Adalah komponen berupa chip atau IC berbentuk persegi empat yang merupakan otak dan pengendali proses kinerja computer, dengan dibantu komponen lainnya. Satuan kecepatan prosesor adalah MHz (Mega Hertz) atau GHz (1000 Mega Hertz). Semakin besar nilainya, semakin cepat proses eksekusi pada komputer.
• Fungsi
1. Tempat mengatur semua instruksi program pada komputer.
2. Pengelola semua aktivitas kinerja di dalam komputer.
• Troubleshooting
Masalah pada prosesor biasanya menyebabkan tampilan pada layar blanktanpa bunyi apa pun. Hal ini terjadi karena :
I. Prosesor mati atau rusak
II. Prosesor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena melakukan overlock atau karena kipas pada prosesor tidak berfungsi
1. Memori Utama
Prosesor hanya dapat menyimpan data dan instruksi di register yang berukuran kecil sehingga tidak dapat menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk semua proses program. Untuk mengatasi hal ini prosesor harus dilengkapi dengan alat penyimpan yang berkapasitas lebih besar, yaitu memori utama. Ukuran memori ditunjukkan oleh satuan byte.
• Fungsi
1. Sebagai alat penyimpan data dan program yang bersifat sementara, hanya bekerja pada saat computer hidup.
• Troubleshooting
I. Komputer mengeluarkan suara “bip” panjang berkali-kali tanpa menampilkan gambar pada layar saat computer mulai dinyalakan
II. Pemasangan dua keping RAM yang tidak cocok sering mengakibatkan masalah pada komputer,antara lain :
• Komputer akan sering hang dan muncul blue screen saat kita bekerja di suatu program aplikasi atau sedang bermain games
• Komputer juga sering tidak bias hidup atau booting saat dinyalakan
I. RAM jika dipasang dengan kapasitas tidak cukup, kinerja komputer akan lebih lambat dalam pembacaan data atau menjalankan aplikasi program.
II. Kerusakan pada memori jenis ROM akan mengakibatkan komputer blank atau tidak bias hidup sama sekali
1. Harddisk
Adalah komponen yang berbentuk persegi empat yang berisi platter atau piringan yang mirip dengan piringan hitam, head, papan elektronik, motor penggerak, dan komponen lainnya, yang dilapisi atau dibungkus oleh casing yang kuat.
• Fungsi
1. Salah satu alat booting computer.
2. Media penyimpanan operation system (OS) yang digunakan pada komputer
3. Media penyimpanan semua data dalam kapasitas yang besar pada komputer
• Trobleshooting
Banyak masalah pada komputer akibat kerusakan pada harddisk sehingga komputer tidak dapat digunakan. Berikut ini beberapa masalah yang ditimbulkan akibat kerusakan pada harddisk,yaitu :
I. Komputer tidak bias booting atau startup
II. Komputer sering hang atau restart sendiri
III. Kesulitan dalam membaca dan membuka data
1. Video Adaptor atau GPU
Merupakan komponen hardware komputer yang menghubungkan peralatan pemrosesan grafis dengan peralatan output berupa monitor. Pada komputer lama, pemrosesan grafis dilakukan oleh prosesor utama. Namun, seiring perkembangan teknologi komputer saat ini, telah didesain
Komponen hardware video adaptor dengan memiliki prosesor sendiri yang disebut GPU (graphic processor unit) atau chipset dan memori internal sehiingga beban kinerja prosesor utama menjadi lebih berkurang.
• Fungsi
1. Port penghubung peralatan proses data dengan peralatan output berupa layar/monitor
2. Memaksimalkan fungsi layar sehingga dapat menampilkan grafis dalam resolusi dan kualitas warna yang terbaik.
3. Dapat mempercepat semua kinerja software operation system (Windows)
Dan software aplikasi 2D dan 3D
1. Menunjang penggunaan computer untuk games yang saat ini sudah banyak berbasis pada software games 3D
2. Menampilkan kualitas gambar terbaik untuk pemutaran film jenis CD dan DVD
• Troubleshooting
Tidak ada gambar apa pun di layar karena konektor layar tidak terpasang pada VGA card atau konektor tidak terpasang dengan baik
1. Sound Card
Merupakan komponen hardware komputer yang berbentuk chipset pada motherboard atau PCB card (printed circuit board) yang dipasang pada slot PCI di motherboard, dengan memiliki empat komponen utama untuk menerjemahkan analog dan digital.
• Fungsi
1. Mengolah data berupa audio atau suara.
2. Sebagai penghubung output audio ke speaker
3. Sebagai penghubung input suara ke computer melalui mikrofon.
• Troubleshooting
Tidak dapat mengeluarkan suara melalui speaker akif atau suara yang keluar tidak jelas, yang disebabkan oleh :
I. Driver sound card belum diinstall
II. Pemasangan sound card pada slot PCI di motherboard yang belum tepat dan pas tertanam pada slotnya.
III. Pemasangan jek kabel pada chanel out di sound card yang ada di casing dan speaker
IV. Terdapat kabel penghubung yang putus antara sound card yang ada di casing dan speaker
V. Sound card rusak atau speaker akeif yang rusak
1. Heatsink Fan (HSF) atau Cooling Device
Merupakan peralatan pendingin yang berbentuk kotak atau bulat, yang terbuat dari bahan alumunium dan di atasnya terdapat kipas yang akan berputar saat computer menyala. HSF menjadi kebbutuhan pokok dalam computer karena hampir semua komponen hardware computer di dalam casing menggunakan HSF masing-masing, mulai dari prosesor, VGA card, dn Harddisk yang berlomba-lomba memberikan fasilitas komponen HSF yang berkualitas tinggi dalam bersaing di pasaran.
• Fungsi
1. Pendingin pada hardware yang di atasnya diletakkan HSF.
2. Prosesor tidak akan berfungsi jika tidak ada heatsink fan di atasnya.
3. Penyerap panas yang dihasilkan oleh prosesor saat bekerja dan dilengkapi dengan kipas pendingin di atasnya agar suhu pada prosesor tetap stabil.
4. Penjaga sirkulasi udara di dalam casing.
• Troubleshooting
Biasanya hanya terjadi pada kipas yang tidak berputar atau mati. Hal tersebut menjadi masalah fatal yang membuat hardware tidak berfungsi secara normal, terutama jika terjadi pada kipas yang menempel di prosesor. Prosesor tidak akan hidup dan bekerja secara normal sehingga komputer mati total.

Masalah: Setelah Anda berhasil menginstalasi SP2, lalu reboot, kemudian PC menjadi hang dan menampilkan blue screen atau restart terus menerus. Sehingga Anda tidak mendapat kesempatan mengakses desktop di Windows.
Solusi: Penyebab utama yang sering dijumpai adalah driver lama atau program sistem yang tidak kompatibel. Biasanya masalah tersebut dapat diatasi dengan menonaktifkan pencegahan eksekusi program. Setelah PC dihidupkan, tekan [F8] dan pilih ‘Safe Mode’ sebagai option Start. Setelah desktop tampil, klik kanan 'My Computer’ dan buka ‘Properties’. Pilih 'Advanced | Startup and Recovery | Settings’. Di bawah ‘System Start', klik ‘Edit’ untuk membuka file ‘boot.ini’. Ganti entri ‘/NoExecute’ dengan ‘/Execute’. Simpan perubahan, tutup editor, dan restart PC.
Perhatian: Bila PC masih terus restart setelah langkah-langkah di atas, cobalah untuk mematikan Auto-Restart. Untuk itu, boot kembali dalam ‘Safe Mode’ seperti cara di atas hingga ke ‘Settings’. Setelah itu, di bawah ‘System failure’ nonaktifkan ‘Auto-Restart’,
konfirmasi dengan ‘OK’, dan restart PC. Kini, setidaknya Anda mendapat laporan kesalahan berisi petunjuk mengenai penyebab crash. Bila itu karena driver hardware, uninstall hardware tersebut dari mode ‘Safe Mode’. Selanjutnya, driver di-update dengan versi lebih baru yang kompatibel dengan SP2. Anda dapat memperoleh update driver dari website produsen hardware tersebut.
05.10

0 Responses to " "

Poskan Komentar

tv online

    Warung Bebas TV Streaming

    Follow by Email